Minggu, 16 September 2012

A dialogue....

"Are you Ok?"
"I'm fine..."
"You don't look fine."
"Maybe I don't look fine but I do feel...fine."
"No you are not."
"................"
"Still thinking of him?!"
"And your him refers to....?!"
"Come on, you know exactly who I'm talking about. Just don't lie to your heart. It will hurt you deeper."
"Do not pretend that you know everything about me."
"No I don't. I just care about you and I think it can be a good reason to stop you from hurting your self."
"Don't be so bother cause I don't feel like I'm hurting myself."
"Lie to your heart is as same as hurt yourself."
"Heh?! You told me. That is just your assumption."
"Lips can lie but eyes can not."
"Don't say that you can read what in my eyes. That's silly."
"I don't need to read it, that cold gaze told me."
".................."
"Share your grief is not a sin. As your friend, I just want to help relieve some of your burden. If you let me to..."
"What do you like to know?!"
"What exactly happened to both of you?"
".................."
"Ok... It's fine if you......."
"If I have an answer for it, I would not end like this......... It's not me that doesn't want to answer all the questions that come for me. I just haven't find the reason why. If you want to help me relieve my burden, please just sit there, give me your smile and that will be more than enough. Don't you know, you hurt me more by keep questioning."

Huh Gak(허각) - Whenever You Play That Song (ft. LE (of EXID)) MV |HD|

Sabtu, 05 Mei 2012

Lee.......

Pukul 22.00

Dalam kesendirian, berteman laptop, dan tugas-tugas kantor yang menumpuk.

Play the playlist on.......

Naff, Sheila on 7, Adele, Jessie J, Celine Dion, mengalun tanpa jeda, nyaris tak terdengar, hampir tak digubris. Gadis itu terlalu berkonsentrasi dengan tumpukan tugas. Sendiri. Sebenarnya suara-suara itu hanya untuk memanipulasi kesendiriannya. Lalu.....terdengarlah simfoni teduh itu. Batas Asaku-nya Siti Nurhaliza membuatnya melirik playlist, refleks tangannya menaikkan volume, tugas-tugasnya sejenak terlupakan, berganti mencerna setiap baitnya....

Bila kutercipta dari tulang rusukmu
Mengapa kumampu sempurnakan hidupmu
Bila ku ada karena kau ada
Mengapa kau tak bisa sendiri saja


Seminggu sebelumnya......
Pukul 23.20

Drrttt...drrrttt....
Pesan masuk. Lee, nama yang tertera di layar.
Dahinya mengerut.... Orang aneh itu, yang sejak beberapa bulan lalu pesan-pesannya mewarnai inboxnya. Dia tak ingat pernah kenal dengan nama "Lee", namun, entah apa yang membuatnya selalu meladeni pesan-pesannya. Setelah perbincangan aneh yang menyinggung masalah hati, dia menghilang tanpa penjelasan. Sebenarnya dia tak hendak ambil pusing tapi tak dapat disangkal dia sedikit terusik. Gadis itu menyadari satu hal, orang itu hanya satu dari sekian orang kurang kerjaan yang entah untuk alasan apa mempermainkannya. Dan orang seperti itu, pastilah perlu dibasmi; dimusnahkan. Namun yang terbaca kemudian membuatnya terlibat lebih dalam dengan permainan kata-kata yang disodorkan sosok tak kasat mata itu.

"Ada tanya yg tak perlu dijawab, namun harus dimengerti dengan sendirinya, Queen."
 
Jari-jarinya sibuk mengetik. Sedikit emosi, tuts-tust mungil itu diperlakukan bar-bar.

"Aku tak secerdas itu untuk mengerti sesuatu tanpa penjelasan." Tombol send ditekan cepat, masih dengan kekuatan penuh.

"Queen....ini masalah hati, sulit untuk menjelaskannya. Kau hanya perlu tau, aku tidak main-main."


Reff:
Dalam teguh tak larut belaian
Ranum sahaja bukan hiasan
Untaian cinta gapai genggaman
Yakinkan mimpi dalam iman

Ditengah asyiknya dilenakan simfoni indah itu.......
Drrrrttt....drrrttt....
Pesan masuk. Kembali, nama Lee menghiasi layar cellphonenya.

"Berharap menemukanmu di bilik kelam mimpiku
Puas pun walau hanya mampu menatap siluetmu
Tak bisa ku sentuh sekarang,
Namun, ketika saat itu tiba maka kaulah permaisuriku....
"

Matanya mendelik. "Apa-apaan ini? Maksudnya apa? Maunya nih orang apa sih?". Jarinya kembali sibuk, masih dengan kemarahan yang sama, tuts-tust itu tetap diperlakukan bar-bar.

"Maaf ya, tidak bermaksud kasar, tapi.... Aku tidak mau kau jadikan objek kegilaanmu!" Terkirim.

Diterima. "Jika berharap untuk menghabiskan sisa hidupku kelak hanya denganmu adalah sebuah kegilaan, maka aku rela menyandang predikat gila itu."

"GILA!!!!!!!." Terkirim.

Batasku sadari raut kodratku
Asaku menari terbalut sorbanmu
Lembutnya jiwa sambut nestapa
Terngiang syahdu iman di dada

Setahun sebelumnya.....

Malam terlihat kesepian, tanpa cahaya bulan dan bintang...... Di beranda rumahnya, gadis itu tak sendirian, sahabat tercintanya, Malika, si sweety, yang pusing sendiri melihat kesendirian sahabatnya itu di usianya yang dua bulan lagi memasuki 28 tahun sedang memberikan penawaran untuknya.

"Mau cari yang bagaimana?! Aku punya banyak stock. Yang cuakep ada, yang berondong ada, nah ini yang biasanya paling laku, tajir and sudah punya jabatan. Tinggal pilih, nanti aku kenalin"

"Tak ada kriteria. Ketika dua hati bilang cocok, maka merekalah yang kan menemukan jalannya sendiri. Akan ada waktunya."

"Ayolah.....aku dah capek-capek nyariin kandidat yang sekiranya bakal kamu suka, liat dulu deh....nih...apalagi yg dah mapan ini nih" Senyum manis sosok asing terpatri di selembar foto yang disodorkan Malika padanya.

"Bukan kemapanannya yang menjadi prioritas, sweety...." Gadis itu hanya meliriknya sebentar, tampak tak berminat. Tangannya masih betah menyilang di depan dada bahkan merapatkannya demi mencegah dinginnya malam merasuk lebih dalam dan membenarkan kekhawatiran Malika bahwa dia memang kesepian.

"OK, kalau mau yang masih dimodalin juga banyak, tapi jangan panggil aku sahabatmu kalau aku rela menyerahkan mu pada orang seperti itu. Kamu tuh di umur segini cocoknya sama yang mapan". Gadis berambut lurus sebahu itu tak mau menyerah melakukan penawaran. Dikeluarkannya semua stock yang dimilikinya. Beberapa foto berada dalam genggamannya.

"Mapan?! Tak perlu, yang penting bisa jadi imam. Sweety, kamu nd' ngerti. Kalau hati yang telah memilih, sulit untuk menolak. Mau mapan atau masih dimodalin sekalipun, ketika aku bilang ya, asalkan dia menjanjikan untuk mengimamiku, di saat itulah aku harus menerimanya apa adanya."

"Melow banget sih....nd' seru! Huh......"

"Seru lagi..... Justru di situ seninya, nyari orang yang bersedia mengimami sekarang susah loh...."

"Ah....whatever lah....". Malika sedikit kesal mendengar penolakan-penolakan sahabatnya itu. Baru diketahuinya bahwa menjadi Mak Comblang tak semudah perkiraannya. Bukan tanpa alasan Malika begitu gencar mencari pasangan untuk sahabatnya itu. Yang diketahuinya, gadis itu terlalu menutup diri, mempunyai banyak teman namun sahabat tempatnya berbagi hanyalah dirinya. Sementara tiga bulan lagi dia akan menjadi sorang istri, yang artinya, takkan punya waktu sebanyak ini lagi untuk sahabatnya. Dan karena dia begitu menyayangi sahabatnya itu, dia tak kan tega meninggalkannya sendirian. Inilah usaha terakhirnya, namun tampaknya usahanya ini pun menemui jalan buntu.


Bila cerita tak lagi ceria
Mahligai cinta merona terlena
Senada iman kusimpan derita
Kuatkan hati bersimpuh pada-Nya...


Sebulan kemudian......
Pukul 22.00
Kembali menikmati kesendirian....
Drrrttt....drrrttt.... Pesan masuk. Lagi, Lee.

Queen....ketika kau ragu padaku.... maka lihatlah sunset.....
Yang setiap senja kembali, memberikan kesempatan pada malam untuk bertahta,
Esoknya, dia pasti datang lagi, tak pernah ingkar janji....

Haruskah aku percaya sementara aku tak mengenalmu?! Tombol send telah ditekan. Terkirim.

Diterima. Kau dan aku bisa sama-sama belajar untuk saling mengenal ketika kau telah ku syahkan menjadi permaisuriku. Untuk saat ini cukuplah kau tau saja bahwa aku ada.

Lalu?!

Aku belum bisa datang padamu sekarang.... Untuk menjadikan mu permaisuri, maka aku harus terlebih dahulu menjadikan diriku seorang raja. Dan jikalau seandainya, jawabanmu adalah "ya", akan berlipat gandalah motivasi ku. Maka akan kutanyakan sekarang. Maukah kau menjadi permaisuriku?!

Gadis itu terdiam. Terasa ada yang menggelitik perutnya. Bisakah dia percaya?! Dia belum bisa menjawab. Ada takut yang teraba, samar, namun begitu mengganggu. Hanya saja tak bisa dipungkiri, sudut hatinya yang lain ingin mencoba.


Esok harinya....
Pukul 00.20, setelah bertanya pada Rabbnya, dalam khusyu' tahajuddnya... Seulas senyum mampir di kedua sudut bibirnya. Indah. Masih dengan senyum itu, yang setia mengawal imaginya, dia mengambil cellphonenya, mengetik beberapa kata. Bismillah...........

Dikirim. Aku akan menunggu.

Diterima. Terima kasih, Queen.

Setahun setelahnya....

Drrrttt....drrrttt.... Pesan masuk. Lee.

Queen, maaf telah membuatmu menunggu....
Seperti janji ku, aku akan datang saat aku telah menjadi raja.
Setidaknya menjadi raja bagi keluargaku
Maka, tunggulah aku di pintu rumahmu.
Jangan kecewa ketika aku tak seningrat para Sulthan,
Jangan mundur walau aku tak segagah pendekar jawara
Karena akan kutanyakan sekali lagi.....
Nadya Syafira Maharani, maukah kau menjadi istri ku?!
                                              Dzikrullah Aliansyah (Lee)

Mata gadis itu menghangat oleh genangan air yang muncul malu-malu, menggenang di kedua sudutnya, sampai akhirnya tak terbendung.  Dia menangis, bukan karena sedih. Dzikrullah Aliansyah. Kak Lian. Sosok yang sudah sejak dulu dikaguminya, Kakak sahabatnya, sewaktu SMA, Azka, yang telah bertahun-tahun kehilangan kontak dengannya sejak kepindahannya dari kota kelahirannya. Lalu bagaimana semua ini bisa berjalan seperti ini?!

Ada tanya yg tak perlu dijawab..... Queen.

Diketiknya sebuah balasan. "Bismillah....ya, aku mau, Kak..."




Allahu Akbar..... Pada waktunya, akan selalu ada cerita bahagia.
(Untuk mu yang masih menunggu, percayalah...... cerita mu akan indah pada waktunya) ^_^

Kamis, 29 Maret 2012

Tentang Ku (yang kebenarannya masih perlu dipertanyakan)

#Sekedar koreksi (untuk ku?).... #

Seseorang pernah bilang padaku bahwa sebenarnya pertama kali dia bertemu denganku, kesan yang didapatkannya adalah....... (Jreng....jreng.... #backsoundnya#) "Betapa menakutkannya aku......." Oh ya?! Adakah tampang kriminal di wajahku?! Atau apakah aku tampak seperti hantu bahkan penyihir?! Aaaiiissshhhh. Tapi....tak apalah....baru seorang ini yang bilang..... Tak jadi masalah. Dan ku rasa itu hanya penilaian sesaat toh terbukti bahwa aku memang tidak semenakutkan itu.... Mengapa?! Karena orang yang tadinya beranggapan seperti itu justru menjadi sahabat terbaikku sekarang..... ^_^

Saat aku lupa bahwa ada anggapan seperti itu tentangku tiba-tiba di suatu siang yang amat terik, saat rehat dari aktifitas yang melelahkan, sapaan halus dari mas penjual es teler yang kebetulan jualannya menjadi pilihan penghilang dahagaku membuatku teringat kembali... "Senyum donk, mbak!" sambil ketawa-ketiwi.... What?????????? Kenapa coba bisa-bisanya tuh mas-mas nyuruh senyum segala?! Merenung sejenak. Artinya ada yang salah dengan ekspresi wajahku. Hhhhhhmmmm...... Memangnya kalau tidak senyum tampangku kayak mau nelan orang?!

Belum berhenti sampai di situ. Di suatu pagi yang cerah, aku menikmati perjalanan ke tempatku menghabiskan seharian waktuku setiap harinya. Pandangan lurus ke depan, menghitung setiap langkah yang telah ku lewati. Hampir setiap pagi aku melewati jalan itu. Sebuah jalan kecil, hanya kendaraan roda dua yang menjadi sainganku (eh..... roda tiga juga, becak). Hampir tiap pagi pula aku bertemu dengan Bapak pemilik salah satu warung ikan bakar yang berjejer di sepanjang jalan di sana. Tak pernah ada percakapan sebelumnya karena aku memang cuma numpang lewat. "Permisi....permisi". Namun....pada suatu hari....ketika aku lewat di depannya, saat dia sedang sibuk mengipasi ikan bakarnya, dia memandang ke arahku lalu.... tak ku sangka kalimat yang terbahasakan darinya adalah..... "Janganko marah-marah kalau jalan ko. Kau ka kalau jalan ko kayak orang marah-marah!" (Dengan dialek Makassar yang kental) Wuuuiiihhhh....... I was shock...... Yang bisa ku lakukan hanyalah nyengir kuda ke arahnya berharap itu akan mematahkan persepsinya tentangku yang katanya terlihat selalu marah. Is that true?! Ooooohhhh...... No...no...no....
Oke....ngaku...masih ada lagi.... Temanku yang lain lagi. Dia memintaku untuk sering-sering tersenyum. Tanya mengapa. Jangankan pas waktu diam dan bengong, katanya senyumku pun terlihat seperti senyum pemeran antagonis. Ckckckckckckckckck...... Separah itukah?!  Am I look so scary?!

Jujur.... aku orangnya memang moody. Kadang sangat betah untuk diam tapi tak jarang juga bisa sangat cerewet. Dan percayalah, aku tak semenakutkan itu. Aku bisa jadi teman yang baik ko'. Hehehehehehe....
 
Sekali lagi, aku bukanlah orang yang menakutkan. Mungkin memang terlihat jutek. (Eiiitttssss....ini pun bukan aku yang bilang, menurutku sih, aku biasa aja. Hehehehehe..... Pembelaan.) Mungkin karena diam ku yang menimbulkan anggapan seperti itu?! Entahlah. Yang pasti aku orang baik-baik. Mengapa?! Karena aku tidak suka makan sabun. Wkwkwkwkwkw... Aku hanya seorang chocolate lover. Memakan segala olahan makanan berbau cokelat. Chocolate bar, chocolate cake, chocolate candy, ice cream chocolate, yang penting cokelat.

Oya, soal diam bukan karena bisu, hanya saja.....lebih merasa nyaman dengan itu, tapi bukan berarti tak butuh teman ngobrol, so....tak perlu ragu, asal punya bahan, sodorkan padaku, kalau cocok mungkin malah kita akan bicara tak putus-putus. ^_^ Tapi memang sih, lebih banyaknya aku ngobrol sama buku and novel-novelku. Tenggelam dalam setiap kata yang terangkai menjadi cerita dan aku terhanyut di dalamnya. Saat itu aku diam. Soal saat-saat diam ku yang lain.......mmmmm.....mmmmm.....aiiissshhh.... Entahlah bagaimana prosesnya. Pokoknya ada saat dimana maunya diam saja. (Untuk ini, jadi ingat adik ku yang sering marah-marah mengira aku mengacuhkannya saat dia bercerita. Hehehehehe....) Tapi aku tidak yakin bahwa ketika aku diam maka akan tampak seperti ada dua tanduk merah di kepalaku... Benarkah?! (Denial version)

Let me know.... What do you think?!.....


 All About Me

 

Inilah caraku menikmati indahnya hidup. I LOVE CHOCOLATE!!!!!!!!




Terima kasih untuk mereka yang telah menemukan ini. Hehehehehehehehe.......


Membaca itu wajib. Buku-buku ku adalah hartaku.
Ini caraku bercerita.

Masak.....masak..... Farah Quinn wanna be! Uwwwweeekkkk.... Setidaknya bisa bikin makanan yang bisa dimakan lah. Hhhhmmm. Resep baru apalagi yang bisa dipraktekkan?!
Kira-kira seperti inilah caraku menghabiskan waktu senggangku. ^_^

Ketularan virus teman-teman yang hobby fotografi. Awalnya cuma iseng. Minjem kamera. Coba-coba. Malah ketagihan. Hehehehehehehehe.....



















Selasa, 27 Maret 2012

Jika penat itu mulai meraja inginkan sesuatu tuk menyegarkannya, walaupun hanya sepercik air.............






Wwwwuuuuiiiihhhhh........... Segarnya....... Serasa pengen nyebur...... (Celingak-celinguk..... hunting lokasi........... Hhhmmmmm....... Nihil. Yang ada cuma jajaran gedung-gedung tinggi. Aku kehilangan mu....... Sungai...... Hiks....hiks....hiks....)


NB: Bagi yang merasa memiliki foto di atas, saya tidak bermaksud menyalahgunakan ko'....... Hanya ingin turut merasakan kesegarannya. ^_^